- Diposting oleh : Admin Kelompok BelajarQ
- pada tanggal : April 27, 2026
![]() |
| "Ghirah" |
Nampak terlihat semangat siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Islam Klakah dalam pembelajaran Al Quran yang di laksanakan oleh sekolah yang terletak di wilayah kabupaten Lumajang bagian utara tersebut. Program ini biasa disebut Belajar Al Quran Metode Otak Kanan “Wafa” menyediakan fasilitas belajar tahsin dan tahfiz bagi siswa setempat untuk mencetak generasi penghafal Quran.
Sekolah yang awal berdirinya hanya memiliki 21 siswa ini, jumlahnya semakin bertambah mencapai lebih dari tiga ratus siswa. "Alhamdulillah masyarakat di sini antusiasmenya tinggi dengan program pendidikan Al Quran yang terintergrasi dengan Kurikulum di Sekolah Dasar," kata Iqbal selaku kepala sekolah sewaktu ditemui di Klakah, Selasa (5/1).
Sudah menjadi pemandangan umum di sekolah ini dimana setiap sudut ruang dapat dijumpai siswa yang mulai menghafal surah-surah dalam juz 30, ada pula beberapa yang beranjak ke juz berikutnya. Setiap hari mereka menyetorkan hafalan mereka kepada guru pembimbing.
“Sekolah memfasilitasi siswa untuk belajar membaca dan menghafal Al Quran di sini hingga sampai 3 Juz sampai kelas 6, selain siswa sekolah juga menyediakan kelas Al Quran untuk orang tua dengan berbagai metode, akan tetapi di masa pandemi covid-19 demi menjaga keamanan dan kesehatan mulai Maret 2020 kelas tersebut sementara off dulu”, ujar Iqbal.
Pandemi bukan berarti menghentikan kegiatan belajar, sekolah tetap memfasilitasi siwa baik secara daring melalui aplikasi virtual maupun secara luring dengan mengunjungi siswa di rumah masing-masing baik secara individu maupun berkelompok. Seperti diketahui di semester genap tahun ini, Dinas pendidikan Lumajang mengizinkan kegiatan belajar siswa dalam format sinau bareng di sekolah secara terbatas dengan protokol ketat. Meskipun tidak ideal seperti waktu normal setidaknya program ini dapat membantu dalam bimbingan Al Quran yang lebih maksimal dibanding waktu-waktu sebelumnya di masa pandemi.
